Back

UMN Al Washliyah Kembangkan Model KKN Mandiri Belajar Peduli Covid-19

Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah mengembangkan model Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Belajar Peduli Covid-19 yang merupakan kegiatan lapangan bagi mahasiswa yang menempuh bagian akhir dari program pendidikan S-1.

Rektor UMN Al Washliyah Dr KRT H Hardi Mulyono melalui wakil rektor (WR) I, Dr H Firmansyah menggelar pertemuan dengan ketua senat Prof Dr Hj Sri Sulistyawati PhD, Prof Ahmad Laut Hasibuan, WR III, Dr Anwar Sadat dan ketua Lembaga Pelayanan Praktek Kerja Lapangan dan Kerjasama (LP2KLK), dan ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan kepada Masyarakat (LP2M) di ruang HM Salim Siregar kampus tersebut, Jumat (3/7/2020).

Pembahasan dalam pertemuan tersebut menekankan tentang perubahan pelaksanaan program KKN (Mandiri) – Belajar Peduli Covid-19 dari paradigma pembangunan menjadi paradigma pemberdayaan dan perubahan sistematika laporan akhir.

Menurut ketua LP2KLK Dr Nelvitia Purba, sebagai pegangan bagi dosen pembimbing pihak kampus telah mengeluarkan buku panduan KKN (Mandiri) – Belajar Peduli Covid-19 yang disusun oleh tim penyusun LP2KLK kerjasama dengan LP2M.

Dalam buku panduan KKN Mandiri Belajar Peduli Covid-19, pihak kampus memberi kesempatan kepada dosen pembimbing membuat laporan akhir kegiatan mahasiswa, dengan tujuan pengabdian kepada masyarakat, kelengkapan penilaian PAK dosen, kelengkapan beban kerja dosen setiap semester dan akreditasi Prodi dan universitas.

Sementara itu WR III, Anwar Sadat menambahkan pada KKN Mandiri Belajar Peduli Covid-19 ditekankan pada mahasiswa tidak boleh mengumpulkan massa. Mahasiswa boleh menjumpai masyarakat dengan cara door to door.

Lebih lanjut, Anwar Sadat menjelaskan KKN Mandiri ini berbasis domisili mahasiswa. “Kalau dulu mahasiswa KKN diterjunkan ke desa-desa yang mana jumlahnya setiap satu desa akan diikuti 20 mahasiswa, sekarang ini pada KKN Mandiri dititikberatkan pada domisili mahasiswa itu sendiri. Jika mahasiswa berasal dari Kota Medan, maka KKNnya dilaksanakan di kelurahan tempat mahasiswa tinggal,” kata Anwar Sadat.

Dengan model seperti ini baik mahasiswa maupun dosen pembimbing akan lebih mengetahui permasalahan secara detail yang dihadapi masyarakat dan program apa yang bisa diberdayakan di kelurahan tersebut. “Jadi nanti sifatnya jadi model pengabdian kepada masyarakat (PKM) bidang penelitian, dan ini nantinya bisa menjadi cikal bakal  untuk proposal penelitian ke  Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan dengan pengumpulan datanya langsung didapat dari lapangan,” jelas Anwar Sadat.

Banyak hal yang diuntungkan dari model KKN Mandiri ini ibarat sekali dayung lima enam pulau terlampaui bukan lagi dua tiga pulau. Bayangkan saja, KKNnya terpenuhi, PKM bidang penelitiannya juga dapat, laporan tugas akhirnya juga terpenuhi, dan dana penelitiannya juga bisa dicairkan, katanya.

“Jadi, data yang mereka ambil dari lapangan itulah yang mereka jadikan sebagai proposal penelitian dan mereka berhak memperoleh dananya yang bisa mencapai Rp 10 sampai Rp 15 juta,” kata Anwar Sadat yang menyebutkan pada KKN Mandiri ini acara seremonial seperti ceramah dan penjemputan mahasiswa KKN ditiadakan