Back

Sosialisasi Pengamalan Sila Pertama Pancasila Pada Anak Anak Di Griya Yatim Dan Dhuafa

Rabu tanggal 1 Desember 2021 telah berlangsung kegiatan pengadian masyarakat yang dihadiri oleh Kepala Sekolah beserta para  Ibu Guru MTSs AlWashliyah yang beralamat di Griya Yatim Dhuafa. Kegiatan yang dilaksanakan oleh dosen-dosen UMN AL-Washliyah dari berbagai program studi yaitu prodi Manajemen Ekonomi, Bahasa Inggris, Matematika, dan prodi Bahasa Indonesia tentunya berlangsung sesuai dengan tertib dan sesuai dengan protokol kesehatan.

Pengabdian masyarakat kali ini membahas tentang mengamalkan sila pertama pancasila kepada anak dalam kehidupan sehari harinya. Nilai-nilai dalam Pancasila mencerminkan tingkah laku bangsa Indonesia sehari-hari.  Pancasila memiliki lima sila, salah satunya sila pertama yang berbunyi:  “Ketuhanan Yang Maha Esa”  Artinya bangsa Indonesia adalah bangsa yang bertuhan dan mempercayai Tuhan. Menjalankan perintah dan larangan Tuhan  sebagai bangsa yang religius. Menjamin kemerdekaan setiap warga negara dalam menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan yang dipilih. Sila pertama dilambangkan oleh bintang emas dengan latar belakang berwarna hitam. Bintang emas menggambarkan bahwa bangsa Indonesia mengakui akan adanya Tuhan Yang Maha Esa. 

Banyaknya terjadi penyimpangan /kesalahan tertentu sebenarnya berakar dari tidak mengamalkannya nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila itu sendiri. Maka dari itu pentingnya memahami pancasila tidak hanya mengerti namun juga mengamalkan dan melaksanakan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sebagai pendidikan karakter. Pendidikan karakter yang merupakan upaya mewujudkan amanat pacasila dan Pembukaan UUD 1945 dilatar belakangi oleh realita yang berkembang saat ini di lembaga pendidikan. Dengan prilaku-prilaku yang tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia saat ini. Membina dan mendidik karakter, dalam arti untuk membentuk “positive character” generasi muda bangsa ini. Agar positive character terbentuk, maka perlu pembiasaan “mandiri, sopan santun, kreatif dan tangkas, rajin bekerja, dan punya tanggung jawab”

Menurut salah satu dosen Manajemen Ekonomi Drs. Samsul Bahri, M.Si Nilai religius adalah nilai yang berkaitan dengan keterkaitan individu dengan sesuatu yang dianggapnya memiliki kekuatan sakral, suci, agung dan mulia. Memahami Ketuhanan sebagai pandangan hidup adalah mewujudkan masyarakat yang berketuhanan, yakni membangun masyarakat Indonesia yang memiliki jiwa maupun semangat untuk mencapai ridho Tuhan dalam setiap perbuatan baik yang dilakukannya. Pengamalan sila pertama ini juga sangat bermanfaat buat anak:

  • Selalu meyakini pernyataan bahwa Tuhan Yang Maha Esa itu ada dan selalu mengawasi semua perbuatan kita di manapun.
  • Senantiasa bersikap jujur serta berbicara apa adanya dengan orang yang lebih tua.
  • Disiplin dan taat saat melaksanakan ibadah di rumah.
  • Tidak lupa untuk mengawali semua kegiatan di rumah dengan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Mengingatkan keluarga untuk beribadah jika ada anggota keluarga yang kelupaan untuk beribadah.

Senantiasa menciptakan suasana damai dan religius di rumah serta mengembangkan sikap toleransi kepada anggota keluarga