Back

IKA UMN Al Washliyah Adakan Reuni Alumni

Pengurus Besar Ikatan Alumni (IKA) UMN Al Washliyah mengadakan reuni alumni. Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium Udin Sjamsuddin Djalaluddin Lubis Kampus Syeikh Haji Muhammad Yunus UMN Al Washliyah bertepatan dengan peringatan hari sumpah pemuda. Reuni alumni bukan hanya diisi dengan temu ramah antar alumni tapi juga diadakan dialog publik tentang peran intelektual muda dalam persaingan kerja dan wirausaha serta bakti sosial santunan.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama alumni UMN Al Washliyah. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Alumni UMN Al washliyah, Hasanul Arifin Rambe, S.Pd dalam kesempatan ini mengajak seluruh alumni agar dapat senantiasa berkontribusi untuk perkembangan almamater.

“Tujuan kita melaksanakan kegiatan ini salah satunya temu ramah alumni kemudian kita ingin mengajak alumni-alumni UMN Al Washliyah agar lebih bisa berkontribusi dalam hal apapun. Prioritas hari ini kegiatan kita adalah santunan. Jadi harapan kita hal kecil seperti ini nanti bisa memotivasi para alumni-alumni lain, kita tidak hanya dengan membantu orang tetapi prioritasnya membantu kampusnya demi membesarkan nama almamaternya” Ujarnya.

Dr.KRT. Hardi Mulyono K. Surbakti, Ketua Badan Pengurus Harian UMN Al Washliyah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini menjadi bukti dari kepedulian alumni kepada UMN Al Washliyah. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya bermanfaat untuk alumni saja tapi juga bermanfaat untuk UMN Al Washliyah.

Sebagai salah satu Dewan Penasihat IKA UMN Al Washliyah, ia juga mengimbau agar seluruh alumni dapat berkontribusi memberikan dampak positif di tengah tengah masyarakat. Tentunya ini dapat membantu UMN Al Washliyah agar dikenal oleh masyarakat luas.

Dalam diskusi publik, IKA UMN Al Washliyah mengundang 3 orang narasumber. Narasumber pertama yaitu Sutikno, M.Pd., Ph.D yang merupakan Direktur Pascasarjana UMN Al Washliyah. Ia menyampaikan agar intelektual muda mampu mengahadapi persaingan kerja dan dunia usaha di indonesia emas 2045 mendatang, para kaum muda harus mempersiapkan mental dan dibekali dengan pendidikan yang baik. Diharapkan para intelektual muda indonesia memiliki sifat pantang menyerah, senantiasa menambah ilmu pengetahuan dan terus berinovasi mengasah kreatifitas.

Narasumber kedua yaitu Ade Sandrawati Purba, MH yang merupakan Wakil Ketua I DPD Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sumatera Utara. Ia menjelaskan bahwa intelektual muda harus senantiasa membekali diri dengan softskill yang dibutuhkan oleh dunia kerja dan dunia usaha saat ini. Hal ini menjadi keharusan mengingat di era industri 5.0, para kaum muda harus bersaing dengan tenaga kerja asing. Kemampuan berfikir kritis sangat dibutuhkan di era yang dinamis seperti saat ini. Pembicara selanjutnya yaitu Dr. Dedi Iskandar Batubara, M.S.P yang merupakan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. Ia berpesan agar seluruh intelektual muda senantiasa membekali diri dengan pendidikan, semangat pantang menyerah dan konsisten dalam satu bidang.