UMN Al Washliyah Jalin MoU dan MoA dengan FMI Sumut

Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah dan Fakultas Ekonomi kampus setempat menjalin kerjasama dengan melakukan penandatanganan MoU dan MoA dengan Forum Manajemen Indonesia (FMI) Kordinator Wilayah Sumut, Selasa (29/12/2020).

Kegiatan itu dihadiri rektor UMN Al Washliyah Dr KRT H Hardi Mulyono K Surbakti, Ketua FMI Sumut Prof Dr Isfenti Sadalia SE ME, para wakil rektor Dr H Firmansyah MSi, Dr H Ridwanto MSi, Dr Anwar Sadat MHUM, dekan FE UMN, Anggia Sari Lubis SE MSi.

Rektor mengatakan tujuan dari MoU dan MoA dengan FMI ini karena FMI merupakan wadah bagi para penyelenggara program studi manajemen, akademi maupun non akademi untuk sharing mengenai isu-isu yang berkembang dan dipergunakan untuk mengembangkan ilmu manajemen demi meningkatkan mutu penyelenggaraan Pendidikan Tinggi.

Rektor juga mengungkapkan terima kasih kepada FMI Korwil Sumut yang bersedia menjadi salah satu mitra dalam mewujudkan penyelenggaraan pendidikan ilmu manajemen yang ada di Pendidikan Tinggi agar mampu menciptakan lulusan yang excellent serta memiliki integritas akademik yang tinggi, berwawasan luas, dan yang terpenting sesuai dengan yang dibutuhkan oleh dunia bisnis sebagai capaian dalam implementasi Kampus Merdeka, Merdeka Belajar.

“Komitmen FMI untuk pengembangan ilmu manajemen dalam membangun kapasitas lulusan yang excellent memang sudah terlihat jelas dari setiap kegiatan yang dilaksanakan, seperti seminar nasional dan workshop kurikulum Kampus Merdeka, Merdeka Belajar,” kata rektor yang menyakini kolaborasi dan sinergi yang terbentuk antara organisasi dan institusi Pendidikan Tinggi, seperti yang terjalin antara UMN Al Washliyah dan FMI.

Rektor mengatakan lebih lanjut kerjasama ini diharapkan akan menghasilkan sinergi yang menguntungkan kedua belah pihak. Saat ini UMN Al Washliyah memiliki sumber daya manusia yang sangat memadai untuk mengembangkan penelitian demi pengembangan ilmu manajemen serta mengaplikasikannya dalam berbagai konsep pengabdian kepada masyarakat (PKM), dan utamanya adalah sebagai mitra dalam pengembangan kurikulum Kampus Merdeka, Merdeka Belajar.

14 Tahun 

Sementara itu Prof Isfenti Sadalia mengatakan FMI sudah 14 tahun berdiri. Pendiri utamanya dari Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya.

“Saya berharap MoU ini berlanjut ke MoA, dan FMI sendiri merangkul semua program studi (Prodi) Manajemen untuk sama-sama maju berkembang,” kata Prof Isfenti yang menyebutkan perwakilan FMI ada di setiap pulau, yakni di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Bali.

FMI yang mendapat amanah dari Unair bisa berkembang dari sebuah  asosiasi menjadi lembaga sertifikasi kompetensi, sebagai pendamping ijazah mahasiswa yang sudah lulus jadi sarjana.

Setelah penandatanganan MoU dan MoA, kemudian dilanjutkan dengan workshop penyusunan borang akreditasi. Dalam workshop ini Prof Isfenti Sadalia menekankan pentingnya lembaga kampus memiliki lembaga penjamin mutu. Karena lembaga ini akan selalu ditanya oleh asesor  terkait akreditasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *