Back

Sosialisasi Jiwa Pancasila Bagi Masyarakat

Jum’at pada 6 Desember 2022 telah berlangsung kegiatan pengabdia masyarakat yang dihadiri oleh Kepala Sekolah beserta para warga Tanjung Rejoyang beralamat di Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Kegiatan yang dilaksanakan oleh dosen-dosen UMN AL-Washliyah dari berbagai program studi yaitu prodi PGAUD, Bahasa Inggris, Matematika, dan prodi Bahasa Indonesia tentunya berlangsung sesuai dengan tertib dan sesuai dengan protokol kesehatan.

Pengabdian masyarakat kali ini membahas tentang bagaimana menanamkan jiwa pancasila kepada masyarakat. Masyarakat menjadi obyek utama yang harus didorong untuk tetap mengamalkan nilai luhur tersebut. Ini bertujuan agar Pancasila tidak tergerus oleh berbagai faham yang bisa memecah kedaulatan bangsa. Masyarakat Indonesia saat ini merupakan motor untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Karena itu, masyarakat Indonesia harus tetap berpedoman pada Pancasila agar tidak tergerus oleh penyimpangan ideologi.
Dalam konteks masyarakat yang plural, Indonesia senantiasa memerlukan nilai-nilai pengikat dan perekat yang kokoh. Pengikat tersebut telah disepakati berupa empat konsensus dasar bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pancasila adalah dasar negara dan ideologi nasional Indonesia yang terdiri dari lima sila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pancasila merupakan hasil dari perjuangan dan pemikiran para pendiri bangsa yang menggali nilai-nilai luhur dari budaya dan sejarah bangsa Indonesia. Pancasila juga merupakan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia yang memberikan ciri khas dan identitas yang membedakan bangsa Indonesia dari bangsa-bangsa lain.

Menurut salah satu dosen Manajemen Ekonomi Drs. Samsul Bahri, M.Si menyampaikan bahwa pembangunan karakter bangsa sudah menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi dan perilaku menyimpang hanya dapat diberantas secara tuntas dengan mengubah pola pikir dan karakter pelaku. Oleh karena itu, Drs. Samsul Bahri, M.Si menyadarkan masyarakat segera menyikapi dengan langkah-langkah yang sistematis, strategis dam komprehensif untuk menanamkan kembali nilai- nilai Pancasila. Beliau  juga menyampaikan bisa memanfaatkan sejumlah tokoh pemengaruh (influencer) di media sosial sebagai media untuk mengenalkan nilai-nilai Pancasila. Gali berbagai nilai Pancasila yang bisa disampaikan dengan metode yang tidak menggurui dan sesuai dengan selera masyarakat..

Upaya-upaya yang bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai dan jiwa Pancasila tidak hanya terbatas pada kegiatan-kegiatan semacam ini, akan tetapi akan terus diwujud nyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan, sebuah dasar negara seyogyanya tidak hanya cukup dipelajari dan dimengerti saja, akan tetapi yang lebih dari itu adalah pelaksanaannya secara nyata.