Back

UMN AL Washliyah Gelar Yudisium PPG Prajabatan Gelombang I & II Tahun 2022

Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah menggelar yudisium program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gelombang I dan II tahun 2022 di Auditorium Udin Sjamsuddin-Djalaluddin Lubis, Kampus Syeikh Muhammad Yunus, UMN Al Washliyah (9/12/2023). Yudisium diikuti oleh 104 peserta dari bidang studi Bahasa Inggris, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, dan Bahasa Indonesia.

Pada kesempatan ini, Rektor UMN Al Washliyah, Dr. H. Firmansyah, M.Si mengatakan bahwa UMN Al Washliyah sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang memperoleh amanah untuk menjalankan program PPG, pihaknya telah memberikan yang terbaik untuk para mahasiswa melalui proses PPG yang telah dilaksanakan. Ia berpesan agar seluruh alumni PPG UMN Al Washliyah, dapat menjadi guru yang profesional, menginspirasi dan tidak pernah berhenti untuk mengembangkan diri.

“Capaian ini adalah awal. Jangan cepat berpuas diri. Teruslah belajar dan bekerja keras sehingga nanti bisa menjadi guru yang professional dan berkontribusi bagi bangsa dan negara. Teruslah bekerja secara professional untuk membawa kemajuan bangsa dan negara” tambahnya.

Dr. Milhan, M.A, Anggota Badan Pengurus Harian (BPH) UMN Al Washliyah menjadi narasumber pada orasi ilmiah di yudisium kali ini. Beliau menyampaikan bahwa seorang guru akan memiliki tantangan yang besar di masa yang akan datang. Hal ini disebabkan karena perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Guru tidak lagi dapat menggunakan metode pembelajaran konvensional namun harus mampu mengembangkan suatu media pembelajaran berbasis teknologi informasi. Ia berpesan agar para peserta yudisium dapat terus mengembangkan keilmuannya serta selalu memberikan pendidikan moral kepada peserta didik.

“tentu saja anak-anak peserta didik itu banyak yang cerdas dalam menggunakan IT tersebut. Oleh karena itu para guru dan tenaga pendidik lainnya harus bisa menguasai IT. Perkembangan ini sangat baik. Peserta didik tidak hanya mendapatkan pengetahuan di kelas tapi juga diluar kelas dengan menggunakan sarana IT. Untuk itu guru harus mengembangkan pengetahuan mereka untuk mendalami tentang IT dengan sebaik-baiknya.” Ujarnya. Amelia, salah satu peserta yudisium merasa sangat bersyukur telah berhasil memperoleh sertifikat pendidik. Ia berharap agar ilmu yang telah diperoleh dapat ia terapkan kepada peserta didiknya.